Selat Hormuz Ditutup, Haidar Alwi Tawarkan 5 Jurus Jitu untuk Indonesia

Ida Farida
Jun 23, 2025

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi. Foto: ist

tarif transportasi publik, logistik, hingga harga bahan pangan diperkirakan turut terkerek. Haidar menilai situasi ini merupakan konsekuensi dari lambatnya transisi energi nasional menuju kemandirian.

 

“Tak ada negara yang kuat secara geopolitik jika masih menggantungkan jantung energinya pada pihak luar,” ujarnya.

 

Lima Solusi Strategis

 

Merespons ancaman tersebut, Haidar Alwi menyampaikan lima langkah strategis yang perlu segera dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kelima langkah itu adalah:

 

 

-Membentuk cadangan minyak strategis nasional minimal setara kebutuhan 30 hari.

 

-Mempercepat hilirisasi energi lokal, seperti biodiesel B50, energi surya desa, dan bioetanol.

 

-Diversifikasi jalur dan mitra dagang energi dengan menjalin kerja sama dengan Rusia, Australia, dan negara-negara Afrika.

 

-Mendirikan pusat logistik BBM regional, khususnya di Indonesia timur.

 

-Menginisiasi forum energi ASEAN sebagai respons regional atas krisis geopolitik.

 

 

 

“Indonesia jangan hanya bersiap menghadapi badai, tapi harus berani menjadi nahkoda di tengah gelombang,” tegasnya.

 

Peluang di Tengah Krisis

 

Haidar berharap Presiden Prabowo menjadikan krisis Selat Hormuz ini sebagai momentum membenahi ketahanan energi nasional. Menurutnya, langkah-langkah strategis di sektor pertahanan dan diplomasi harus sejalan dengan visi kemandirian energi agar Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh dinamika global.

 

“Ketergantungan adalah kelemahan yang tinggal menunggu waktu. Justru di saat dunia tertekan, Indonesia punya kesempatan besar untuk melompat,” kata Haidar.

 

Ia menegaskan, krisis seharusnya tak ditakuti, melainkan dijadikan kompas menuju kebangkitan nasional.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0