Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi. Foto: ist
“Tak ada negara yang kuat secara geopolitik jika masih menggantungkan jantung energinya pada pihak luar,” ujarnya.
Lima Solusi Strategis
Merespons ancaman tersebut, Haidar Alwi menyampaikan lima langkah strategis yang perlu segera dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kelima langkah itu adalah:
-Membentuk cadangan minyak strategis nasional minimal setara kebutuhan 30 hari.
-Mempercepat hilirisasi energi lokal, seperti biodiesel B50, energi surya desa, dan bioetanol.
-Diversifikasi jalur dan mitra dagang energi dengan menjalin kerja sama dengan Rusia, Australia, dan negara-negara Afrika.
-Mendirikan pusat logistik BBM regional, khususnya di Indonesia timur.
-Menginisiasi forum energi ASEAN sebagai respons regional atas krisis geopolitik.
“Indonesia jangan hanya bersiap menghadapi badai, tapi harus berani menjadi nahkoda di tengah gelombang,” tegasnya.
Peluang di Tengah Krisis
Haidar berharap Presiden Prabowo menjadikan krisis Selat Hormuz ini sebagai momentum membenahi ketahanan energi nasional. Menurutnya, langkah-langkah strategis di sektor pertahanan dan diplomasi harus sejalan dengan visi kemandirian energi agar Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh dinamika global.
“Ketergantungan adalah kelemahan yang tinggal menunggu waktu. Justru di saat dunia tertekan, Indonesia punya kesempatan besar untuk melompat,” kata Haidar.
Ia menegaskan, krisis seharusnya tak ditakuti, melainkan dijadikan kompas menuju kebangkitan nasional.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0