Kemudian, Andi menjelaskan, kalau seseorang berasal dari suatu daerah dia pasti akan didukung oleh daerah itu namun tidak akan mendapatkan dukungan absolut. Seperti misalnya Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang didukung sekitar 20-30% warga Jateng, begitu juga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) hanya didukung sekitar 10% di Jabar.
"Jadi tidak, bukan berarti representasi seorang gubernur itu pasti akan mewakili wilayah itu, itu kesalahan berpikir," ujarnya.
Andi Arief pun mencontohkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono pada Pemilu 2009 itu dipilih dan merepresentasikan dukungan seluruh Indonesia, bukan hanya di Jatim. Sehingga, penting dilihat dalam simulasi-simulasi menunjukkan bahwa Anies-AHY juga cukup menjanjikan ketimbang Anies-Khofifah. Meskipun pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Anies soal pilihan bakal cawapres.
"Tapi sekali lagi ini kan sudah kuasanya Pak Anies, silakan saja, Pak Anies kan sudah mengeluarkan 5 kriteria dan itu kriteria yang menurut kami kriterianya sangat masuk akal. Jadi tidak ujug-ujug ya, kita lihat nanti dia memilih pak AHY, Aher, Andika atau milih Khofifah. Kalau saya ditanya sbg kader Demokrat saya pasti memilih Pak AHY sebagai wakil," tuturnya.
Andi Arief mengakui bahwa Khofifah juga potensial, tetapi bahwa berdasarkan survei lainnya juga tidak potensial, bahkan sangat jauh di bawah AHY. Jadi kalau dilihat secara kuantitatif, AHY juga dipilih dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sama halnya seperti Khofifah, AHY juga dipilih pemilih perempuan sama halnya dengan Khofifah. Terlebih AHY juga putra SBY yang masih memiliki pengaruh di sejumlah daerah.
"Ini
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0