KOSADATA - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Sylviana Murni mengungkapkan, Indonesia yang tergabung dalam negara-negara ASEAN memiliki peran strategis untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Myanmar.
Terlebih, keketuaan ASEAN saat ini diemban oleh Indonesia, sehingga menjadi sebuah momentum yang tepat untuk turut andil dalam penyelesaian masalah Myanmar tersebut.Â
"Ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk hadir dengan membawa roadmap penyelesaian konflik di Myanmar. Pemerintah juga bisa merekrut organisasi non pemerintah untuk andil dalam penyelesaian konflik tersebut," ujar Sylviana Murni, Minggu (5/3/2023).
Sylviana mengaku khawatir, aksi kekerasan yang terjadi akibat dari kudeta Myanmar tidak dianggap persoalan yang sangat serius, khususnya oleh komunitas di ASEAN.
Padahal, kata Sylvi, persoalan yang terjadi di Myanmar telah merenggut banyak korban jiwa terutama pada kelompok rentan, perempuan dan anak-anak. Bahkan, lanjutnya, sekitar 3000an perempuan menjadi korban.
"Mereka semua mengalami situasi yang sangat berbahaya, di antaranya mengalami kekerasan, penyiksaan, bahkan kekerasan seksual,†katanya.
Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI itu menuturkan, jika semakin lama dibiarkan, maka konflik akan semakin membesar dan menimbulkan lebih banyak kerugian.Â
"Konflik ini juga berdampak pada masuknya pengungsi-pengungsi dari Myanmar ke negara-negara tetangga. sehingga penting bagi Indonesia untuk mem progres atas upaya resolusi konflik di sana," sebutnya.
Sebagai informasi, Indonesia telah resmi menjadi ketua ASEAN untuk tahun 2023. Peresmian tersebut ditandai dengan acara kick off serta pemukulan alat musik rebana oleh Presiden Indonesia Joko Widodo
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0