Pemprov DKI Jakarta rutin melakukan pengerukan sedimen lumpur. Foto: Dinas SDA DKI Jakarta
KOSADATA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan banjir dengan berbagai inovasi. Salah satunya adalah rutin melakukan pengerukan di sungai, waduk, embung, dan saluran air guna mengangkat sedimen lumpur. Hal ini dilakukan untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal dalam menampung air dan mengurangi risiko genangan saat musim hujan.
"Berdasarkan data hingga 6 Desember 2024, progres pengerukan di 5 kota administrasi sudah mencapai 1.026.879 meter kubik (m3)," ujar Plt. Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum dilansir laman resmi Dinas SDA DKI Jakarta, Jum'at (17/1/2024).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 587.107 m3 merupakan pengerukan waduk, situ, dan embung. Sementara itu, pengerukan kali atau sungai mencapai 286.284 m3 dan pengerukan saluran tersier atau penghubung (PHB) mencapai 158.486 m3.
Upaya pengendalian banjir ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk, embung, perkuatan tanggul kali, serta sistem polder dan pompa. Pada tahun 2024, Dinas SDA tengah membangun lima polder/pompa baru dan merivitalisasi dua lokasi pompa stasioner.
Selain itu, terdapat delapan waduk dan embung yang tengah dibangun, dengan enam di antaranya merupakan pembangunan lanjutan dan dua lainnya adalah waduk baru.
Lima polder/pompa yang sedang dibangun antara lain Polder/Pompa Sunter C, Polder/Pompa Gaya Motor, Polder/Pompa Kali Sepatan (KBN), Polder/Pompa IKPN, dan Polder/Pompa RW 13 (Greenville).
Sementara revitalisasi dilakukan pada Pompa Stasioner di Jalan Tanjung
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0