Kenapa TPA Burangkeng tumbang? Sejarahnya, dulu beberapa tahun lalu TPA Burangkeng jadi tujuan pembuangan sampah impor, selain sampah domestik. Setidaknya 90-100 truk per hari. Akibatnya, zona-zona TPA tersebut dipenuhi sampah plastik impor dan sampah yang mengandung limbah B3. Kemudian terjadi protes besar-besaran warga sekitar, lalu pembuangan sampah impor berhenti. Kemudian sampah impor ditutup dengan sampah domestic dilapisi tanah untuk mengelabui warga sekitar.
Hasil Rapid Assessment Pengelolaan TPA Burangkeng tahun 2019 dilakukan oleh KPNas, Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Persatuan Remaja Burangkeng Peduli Lingkungan (PRABU-PL) dan Karang Taruna Desa Burangkeng menemukan sebanyak 37 masalah; diantaranya semua zona TPA sudah penuh sampah, sampah sering longsor, sampah tidak diolah, TPA dikelola open dumping, IPAS tidak dioperasikan, IPAS terurug sampah longsor, leachate mencemari kali, sawah dan pekarangan warga, tidak ada sumur pantau, pencemaran lingkungan semakin massif, ancaman penyakit semakin besar, dll.
Selanjutnya, RA memberikan saran dan rekomendasi agar TPA Burangkeng direvitalisasi total. Pekerjaan utama melakukan kajian tentang kapasitas/daya tampung TPA, perluasan lahan sekitar 30-40 hektar guna membuat zona baru dan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengolahan sampah, melakukan penataan sampah dengan sistem sanitary landfill, pengoperasian IPAS selama 24 jam penuh/tiap hari, dll. Setiap masalah yang ditemukan lalu diberikan solusi, dan diringkas dalam bentuk matrik.
Pada awal 2022 hasil kajian diserahkan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk dipelajari dan segera diimplementasikan karena kondisi
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0