KOSADATA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan kabar bahwa lembaga antirasuah telah menahan mantan Komisaris Independen PT. Wika Beton Dadan Tri Yudianto terkait kasus suap di Mahkamah Agung (MA) sekitar Rp11,2 miliar.
Â
Dadan Tri Yudianto ditetapkan sebagai tersangka bersama Sekretaris MA Hasbi Hasan.
Ghufron menyebut, tim penyidik KPK menahan mantan Komisaris Independen PT. Wika Beton tersebut selama 20 hari
Â
“Untuk keperluan penyidikan, terhitung sejak tanggal 6 sampai dengan 25 Juni 2023 di Rutan Cabang KPK di Kavling C1. Penahanan ini sebagai bagian dari proses penegakan hukum tindak pidana korupsi agar dapat berjalan secara efektif dan segera memberikan kepastian kepada para pihak†kata Nurul Ghufron dikutip dari Instagram @official.KPK di Jakarta, Rabu (7/6/2023).
Â
KPK menaikkan status Dadan Tri Yudianto menjadi tersangka setelah mengantongi alat bukti yang cukup di antaranya keterangan para tersangka dan saksi dalam kasus tersebut.
Â
Ghufron menyebut, KPK menduga Dadan membantu pengurusan perkara debitur koperasi simpan pinjam (KSP) Heryanto Tanaka (HT) dan Yosep Parera (YP). Kepada keduanya, Dadan menyatakan siap membantu dan mengawasi pengurusan perkara di MA, asalkan ada fee suntikan dana.
Â
Untuk pengurusan perkara di MA baik untuk perkara kasasi maupun PK dimaksud, HT lalu menyerahkan uang kepada tersangka DTY sebanyak 7 (tujuh) kali transfer dengan total sekitar Rp11,2 miliar.
Â
Dadan bersama Hasbi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0