SGY berdiskusi santai dengan Foke. Foto: ist
Permintaan itu disambut hangat, hingga akhirnya terselenggara diskusi terbatas yang dihadiri sejumlah aktivis lainnya seperti Amir Hamzah, Rico Sinaga, dan Victor Napitupulu.
Tak hanya membeberkan sejarah kebijakan Jakarta lintas dekade, Foke juga mengenang nasihat dari Gubernur Ali Sadikin yang meminta dirinya membangun kampungnya sendiri—Betawi dan Jakarta.
"Gubernur Ali Sadikin-lah yang meminta saya, sebagai orang Betawi, untuk membangun kampung sendiri, yaitu Jakarta," katanya.
“Jakarta ini kampung kita. Kita cinta Jakarta, meski negeri lain mungkin lebih enak. Kita tidak ingin Jakarta mundur, tapi harus terus maju,” ujar Foke melanjutkan.
Sugiyanto menilai bahwa Fauzi Bowo adalah figur pamong sejati, meski bukan jebolan sekolah pamong. Ia bahkan menyayangkan bila ada pihak yang tak menghargai wawasan dan dedikasi Foke terhadap ibu kota.
Diskusi yang penuh gagasan dan energi itu ditutup dengan komitmen para aktivis untuk terus menyuarakan pentingnya peran pemimpin berpengalaman dalam merumuskan arah kebijakan Jakarta ke depan.
“Jakarta butuh sosok seperti Bang Foke—pemimpin yang ikhlas bekerja, bukan ambisius berpolitik,” tutup SGY.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0