Jakarta Pasca Ibu Kota Negara, Merger Dua Provinsi Ciptakan Pemerintah Lebih Efesien

Ida Farida
Jun 17, 2024

Taprof Lemhannas RI, Dadang Solihin. Foto: ist

sehat, sejahtera, dan bahagia melalui pelayanan publik dan inovasi. Jakarta SIAP, Jakarta SEHAT, dan Jakarta TERHUBUNG merupakan pilar utama dengan Tata Kelola Pemerintahan dan Kohesi Sosial sebagai pilar pendukung dalam mewujudkan Ketahanan Kota Jakarta.

Sebagai ASN yang pernah bertugas di Pemerintah Provinsi  Jakarta[4], penulis mencatat setidaknya ada 6  kemajuan sebagai kawasan perkotaan yang telah ditorehkan dengan mantap oleh Provinsi  Jakarta, yaitu Smart City, Sustainable Development, Vertical Expansion, Mixed-Use Development, Mobility Solutions, dan Resilience and Adaptation.

 

The Next Level of Urbanization

Smart City adalah Integrasi teknologi digital dan solusi berbasis data untuk meningkatkan infrastruktur perkotaan, layanan, dan kualitas hidup penduduk. Smart City di Provinsi Jakarta memanfaatkan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analitik big data untuk mengoptimalkan penggunaan energi, transportasi, pengelolaan limbah, dan layanan publik.

Sustainable Development di Provinsi Jakarta memprioritaskan praktik berkelanjutan untuk meminimalkan dampak lingkungan dan mengatasi tantangan seperti perubahan iklim, polusi, dan penipisan sumber daya. Ini termasuk mengadopsi sumber energi terbarukan, menerapkan opsi transportasi ramah lingkungan, mempromosikan desain bangunan hijau, dan meningkatkan pengelolaan limbah dan sistem daur ulang.

Vertical Expansion adalah strategi untuk mengatasi terbatasnya ruang horizontal yang tersedia. Provinsi Jakarta semakin berkembang secara vertikal, membangun gedung yang lebih tinggi, dan memanfaatkan ruang vertikal secara lebih efisien. Struktur bertingkat tinggi, termasuk perumahan dan gedung perkantoran, dapat membantu mengakomodasi pertumbuhan populasi sambil mengoptimalkan penggunaan lahan dan melestarikan ruang hijau.

Mixed-Use Development di Provinsi Jakarta menekankan pada pengembangan penggunaan campuran, yang menggabungkan ruang hunian, komersial, ritel, dan rekreasi dalam satu distrik atau kompleks bangunan. Pendekatan ini mempromosikan walkability, mengurangi jarak perjalanan,


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related Post

Post a Comment

Comments 0