Kantor Kejaksaan Agung
Publik juga mengkritisi minimnya informasi terkait detail pekerjaan, lokasi proyek, serta satuan kerja (Satker) yang terlibat. Hal ini menimbulkan kesan bahwa proses lelang dilakukan secara tertutup dan tidak transparan.
Upaya konfirmasi kepada sejumlah pejabat terkait di Kejaksaan Agung, termasuk Jamintel Reda Manthovani, Sesjamintel Sarjono Turin, dan Direktur E Intelijen Herry Hermanus Horo, tidak membuahkan hasil hingga 14 November 2024.
Menanggapi polemik ini, Uchok Sky Khadafi dari CBA mendesak KPK untuk segera memeriksa PT ABS sebagai pemenang lelang.
"Dengan kantor yang tidak layak dan mencurigakan, sangat pantas bagi KPK untuk membuka penyelidikan. Jangan sampai ada dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai Rp250 miliar ini,” ujar Uchok.
Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan dan desakan tersebut. Sementara itu, publik terus menanti langkah tegas dari KPK untuk mengusut dugaan kejanggalan dalam proses lelang ini. (***)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0