Diskusi Akhlak Pancasila Pasca Pilpres
Tasikmalaya. KOSADATA- Hajat Pemilihan Presiden (Polres) 2024 sudah selesai dilaksanakan. Penghitungan manual oleh KPU terus berjalan. Proses politik juga terus berlangsung. Mulai dari isu kecurangan, hingga wacana hak angket. Itulah politik. Selalu menarik. Seluruh media menyoroti masalah ini. Para elit terkuras tenaga dan pikirannya. Padahal, jika kita coba sederhana, apa yang diperoleh dari proses politik itu? Jawabannya tergantung kedekatan kita dengan politik. Bagi mereka yang dekat, efek kemenangan politik terasa sekali dalam banyak hal. Bagi kalangan menengah, politik adalah pendidikan, pencerdasan, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat paling bawah dan paling jauh, apapun yang terjadi dengan politik kita, ya gitu-gitu saja. Maka bagi kalangan bawah yang paling jauh dari politik, apa yang paling nyata bagi mereka, itulah manfaat terbesar dari politik. Jika siapapun pemenangnya, saya gini-gini aja, bukankah kalau ada yang "ngasih uang" saya pilih saja? Minimalkan dapat uang. Jika siapapun pemenangnya, saya gini-gini aja, bukankah kalau ada Paslon yang "memastikan" Bansos tetap ada, lebih baik saya pilih? Ya, minimal saya dapat bansos, siapapun Paslon yang menang. Saya kira inilah kondisi sosiologis kita yang sesungguhnya.
Mengapa saya memilih menulis perihal program makan siang gratis Prabowo-Gibran padahal pemenangnya belum jelas? Sederhana saja. Menurut hitung cepat, pemenangnya memang mereka. Kalau sesuai dengan hasil resmi KPU nanti, maka tugas saya memberikan pandangan soal program makan gratis selesai. Tugas berikutnya mengkaji program Prabowo-Gibran yang lain. Kalau ternyata bukan paslon 02 pemenangnya, juga tidak masalah. Saya anggap tulisan ini sebagai bagian dari pendidikan ekonomi. Supaya orang tahu, bagaimana proses pengkajian kebijakan ekonomi makro. Jadi, apapun hasil pilpres
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0