Makan Siang Gratis Ala PraGib

Joeang Elkamali
Mar 06, 2024

Diskusi Akhlak Pancasila Pasca Pilpres

nanti, tulisan ini akan tetap bermanfaat. Bagian dari proses pendidikan. Insya Allah. 

Kalau begitu, bagaimana dengan program makan siang gratis itu? Dari berbagai informasi yang dihimpun, jumlahnya cukup besar, sekitar 500 triliun. Rencananya untuk 85 jutaan penduduk selama 5 tahun, dari 2024 hingga 2029. Dilakukan secara bertahap, dari tingkat terbawah. 

Apa manfaat program makan gratis? Nampaknya, motif awalnya, Pak Prabowo prihatin dengan kondisi anak-anak sekolah. Mungkin ada guru yang bocorin informasi. "Pak, kasihan anak-anak sekolah, tiap pagi tidak makan". Harus diakui, itu temuan saya dilapangan. Ketika ditanya sudah makan apa belum, rata-rata belum makan. Pas istirahat? Aduh. Makanannya zunk food semua. Tidak heran, mereka mudah sakit. Bahkan survey puskesmas tahun lalu disebuah sekolah menyebutkan, 60% siswa perempuan rentan anemia. Kalau anemia, bagaimana bisa kerja ditempat ber-AC? Berdiri berjam-jam? Sulit. Kalau suatu saat berkeluarga, apa yang terjadi? Anak yang dilahirkan kemungkinan stunting. Dan lain-lain. Intinya, motif pemberian makan gratis itu pada dasarnya baik. Kalau asumsi saya diatas benar.

Untuk melaksanakan program ini, ada beberapa pilihan yang dapat diambil dari sisi fiskal. Pertama, pemotongan anggaran lain. Nampaknya, ini salah satu cara yang dipilih. Sebab sekarang sudah beredar wacana pembatasan subsidi BBM. Kedua, peningkatan APBN. Bentuknya apakah optimalisasi penarikan pajak yang tahun-tahun belakangan memang agak mengkhawatirkan, menambah sumber penerimaan baik dengan memperluas pajak atau sumber lain. Kalau melihat dari dialog-dialog yang dilakukan timses, mereka menolak mengasumsikan APBN flat. Artinya, asumsi makro ekonominya meningkat. Ini menjadi tanda tanya besar. Sebab


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0