Pesantren Persis Garut libatkan orang tua santri dalam dapur MBG. Foto: ist
KOSADATA – Di tengah aroma masakan yang mengepul dari dapur besar di jantung Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) Tarogong, program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa gaduh. Sejak diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025, dapur ini menjadi penopang pemenuhan gizi ribuan santri yang mondok di pondok tertua di Kota Dodol itu.
Berbeda dari program makan gratis pada umumnya, Dapur MBG Persis Tarogong Garut melibatkan orangtua santri sebagai pemasok bahan pangan. “Kami membeli langsung dari mitra, yang sebagian besar adalah orangtua santri,” ujar Hj Ida Rogayah, Kepala Juru Masak Dapur MBG, kemarin.
Menurut Ida, hampir seluruh bahan baku—dari sayur, buah, hingga daging—disuplai keluarga santri. Para pengelola dapur yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun tak menemukan kendala berarti dalam menjalankan program. “Kami tinggal menyesuaikan pada angka kecukupan gizi dari Badan Gizi Nasional,” katanya.
Uji coba dapur telah dilakukan sejak Desember 2024. GOR pondok pun dimodifikasi menjadi dapur utama. “Kita manfaatkan aset yang ada,” ujar Ustadz H Mohammad Iqbal Santoso, Mudir Am pondok yang saat itu menerima kunjungan Deputi 1 Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) M Isra Ramli.
Soal kualitas bahan makanan, Siti Nurbayati Solihah tak kompromi. Ahli gizi ini bertanggung jawab penuh atas gramasi menu yang disajikan. Jika ada bahan tak layak, langsung dikembalikan. “Pokcoi layu pun kami minta ganti,” ujarnya.
Selama lima bulan berjalan,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0