Pesantren Persis Garut libatkan orang tua santri dalam dapur MBG. Foto: ist
Deputi 1 PCO M Isra Ramli menyebut pengelolaan Dapur MBG yang sesuai SOP Badan Gizi Nasional sebagai bentuk antisipasi dini. “Isu keracunan sangat sensitif. Ke depan, evaluasi harus terus dilakukan agar zero accident bisa tercapai,” ujarnya.
Selain meninjau dapur, rombongan PCO juga menyambangi café Kopi 76 yang dikelola alumni, serta berdialog dengan guru dan siswa. Karena kunjungan dilakukan hari Kamis—saat para siswa menjalani puasa sunnah—menu MBG tak disantap langsung. “Kita siapkan roti, buah, dan susu yang tahan sampai berbuka,” kata Ida.
Kepala Bappeda Garut, Didit Fajar Putradi, yang hadir mewakili Bupati, menilai program ini mendekatkan layanan pangan ke penerima manfaat. “Garut butuh lebih dari 300 Dapur MBG. Kami siap siapkan lahannya, pusat siapkan programnya,” ujarnya.
Program MBG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Komunikasi dan sosialisasinya di lapangan menjadi tanggung jawab Kantor Komunikasi Kepresidenan, lembaga nonstruktural yang dibentuk lewat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0