Polres Tangsel Lamban Tangani Kasus Penipuan, Warga Jaktim Surati Kapolri dan Presiden

Bambang Widodo
Jul 03, 2023

lainnya, saya layangkan surat terbuka dan memohon kepada Panglima Polri dan Presiden untuk segera usut tuntas Kasus Penipuan jual-beli mobil online ini," tambanya.

 

Setelah itu, Januar mengaku, belakangan ini sering mendapatkan informasi terkait Kasus Penipuan serupa marak terjadi di wilayah Tanggerang Selatan. "Ternyata kasus seperti ini sudah sering terjadi di Tangsel," ucap Januar.

 

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan, dirinya hendam melakukan membayar via transfer setelah melihat kelengkapan dari STNK dan BPKB mobil tersebut. Namun, pemilik mobil berinisial S malah menyuruh Januar melakukan pembayaran dengan mentransfer kerekening saudaranya bernama Abdul.

 

Namun, setelah transfer berhasil dilakukan dan hendak membawa mobil yang dibelinya, dikatakan Januar, S berdalih duit yang ditransfer belum masuk ke rekening saudaranya.

 

Namun, yang amat sangat disayangkan Korban, S yang merupakan penjual mobil hanya ditetapkan sebagai saksi oleh Polres Tanggerang Selatan dalam kasus ini. Padahal, ditegaskan Januar, jelas-jelas transaksi jual-beli dilakukan dirumah S sang penjual mobil bernomor polisi B 1572 BZB. 

 

"Statusnya masih saksi, waktu itu saya ga bisa melaporkan mbanya (S-red), mau ga mau hanya Abdul yang dilaporkan, yang kita ga tau Abdul itu siapa, yang awalnya mbanya bilang saudaranya begitu uang masuk bukan saudaranya," ungkapnya.

 

Atas dasar itu, ia pun mengaku geram dengan Mapolres Tanggerang Selatan yang belum juga memberikan kejelasan ihwa kelanjutan Kasus Penipuan yang menimpa dirinya. Apalagi, dikatakan Januar, pihak ke Polisian telah menemukan alamat rumah pemilik rekening yang diakui S adalah saudaranya.

 

"Kita sudah sampai di rumah penjahatnya, rumah penerima transfer yang ada di Cianjur, sementara pihak kepolisian Polres Tangsel belum ada titik terang ke kami, di Cianjur


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0