Pendakwah KH Abdullah Gymnastiar. Foto: Daaruttauhid
Yang ketiga adalah orang yang dimaafkan salatnya oleh Allah SWT. Beda dengan tingkatan kedua, orang ini justru sungguh-sungguh, semangat melawan bisikan setan untuk menjaga kekhyusukan salatnya. Orang seperti ini berada dalam Salat dan perjuangan, dan Allah Maha Tahu perjuangan hamba-Nya ini, sehingga dihargai ikhtiarnya.
Yang keempat adalah orang yang mendapat pahala dari salatnya. Ia memfokuskan hatinya untuk menghamba kepada Rabb-nya. Ia sangat paham dengan bacaan Salat dan menikmatinya.
Terakhir, tingkatan paling tinggi, adalah orang yang berkat salatnya dekat dan jadi kekasih Allah. Ia mencurahkan segala pikiran dan hatinya untuk mencapai kekhyusukan yang sempurna. Ia melihat Allah dengan hatinya, seolah-olah ia berada dihadapan Allah, dan tahu Allah melihatnya. Inilah tingkatan salatnya waliyullah yang mesti dicita-citakan kita semua.
"Sahabatku, mari kita cek Salat kita masing-masing. Jika kita masih merasa Salat kita penuh kekurangan, segera perbaiki. Mulai dari perbaiki wudhu, kemudian bertekad ingin Salat yang khusyuknya sempurna, dan nikmati setiap bacaan dan gerakan Salat. Ketika imam salam, harusnya kita sedih karena sudah selesai sesi pertemuan kita dengan Allah," tuturnya. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0