takbir keliling di malam Idulfitri menjadi tradisi di sejumlah di Indonesia. foto: ist
“Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW tidak pergi ke salat Idulfitri sebelum beliau makan beberapa kurma.” (HR. Al-Bukhari).
Berjalan Kaki dan Pulang dengan Rute Berbeda
Meneladani Rasulullah SAW, umat Islam juga dianjurkan untuk berjalan kaki menuju tempat salat Id dan kembali melalui jalan yang berbeda. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Majah:
“Diriwayatkan bahwa Nabi SAW mendatangi salat Id dengan berjalan kaki dan beliau pulang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi.”
Salat Id untuk Semua Lapisan Umat Islam
Salat Idulfitri menjadi momen kebersamaan bagi seluruh umat Islam, tanpa terkecuali. Bahkan, perempuan yang sedang haid pun dianjurkan untuk hadir guna menyaksikan kebersamaan dan mendengarkan khutbah, meskipun tidak ikut salat. Hal ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Umm ‘Athiyah al-Anshariyah:
“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menyertakan gadis remaja, wanita yang sedang haid, dan wanita pingitan. Adapun wanita yang sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya dan dakwah yang disampaikan khatib bersama kaum Muslimin.” (HR. Ahmad).
Tradisi dan adab dalam merayakan Idulfitri bukan sekadar ritual, tetapi merupakan bentuk kesempurnaan dalam menyambut hari kemenangan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan dapat merasakan makna Idulfitri yang lebih dalam, tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momen refleksi dan penyempurnaan ibadah.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0