Kondisi TPST Bantargebang. Foto: KPNas
Ada fakta yang disembunyikan dalam kebusukan. Kata Aldous Huxley (Filsuf Inggris, 1894-1963): “Fakta tidak akan hilang karena diabaikan.” Fakta adalah data yang valid dan bisa dibuktikan secara ilmiah dan merupakan bagian dari fakta hukum dan sejarah. Manusia sekitar TPST Bantargebang berada dalam dilema sejarah peradaban. Ingin peradaban unggul dan manusiawi, nyatanya posisi mereka rendah diselimuti kotoran sampah yang semrawut.
Perbaikan pengelolaan TPST Bantargebang secara signifikan mengindikasikan ada kemauan keras memulihkan dan melindungi lingkungan, kesehatan, memperpanjang harapan hidup, derajat martabat dan peradaban warga sekitar. Jalan itu terbuka lebar, karena ada berbagai teknologi untuk mengolah sampah. Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi bertanggungjawab terhadap masa depan seluruh manusia di kawasan TPST Bantargebang dan sekitarnya. Mereka ingin hidup dalam lingkungan baik, sehat dan berkelanjutan.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0